lembaran usang sebuah kenangan (Bab 1)

Sekali lagi,
malam ini aku tersenyum. Melihat mereka. Kawan.
Tinggal sepotong
gambar ini yang aku punya. Entah kemana sisanya. Kawan.
Bagaimana bisa
aku menatap masa lalu. Masa yang membacok ingatanku, meremukkan persendian
kenanganku. Dan merebahkanku dalam pelukkan hangat kehampaan. Tanpa hadirnya
riuh gelak bodoh kita. Tanpa tangis luka kebersamaan kita. Dan tak kunjung
datang apa itu bacot, kelakar, tak berguna bagi yang tak rela. Namun muara
pelukkan-pelukkan senyum merdeka kita. Kawan.
Ya, gobloknya
waktu yang berlari menjauh. Meninggalkan salah satu ceritanya. Begonya matahari
yang terkantuk-kantuk. Membiarkan langit bicara sendiri. Ngelantur tak lelah.
Lapar. Kemudian melahap hari ke dalam reka-reka malam. Kawan.
Kemana kalian
bawa bungkusan-bungkusan itu. Bungkusan yang kita penuhi dengan kelakar
menantang bumi. Rencana masa lalu untuk sebuah persimpangan di tengah perjalan
ke depan. Atau sekedar sekilas bokep-bokep pilihan saat jengah menepi ke sela
lelah kita. Atau puisi-puisi tai kucing untuk kisah-kisah miris cinta yang
sebenarnya sudah terluka. Atau sumbang gitar, merintihkan luka-luka yang kita
balut dengan kain “ini aku kawanmu!”. “ini aku temanmu!”. “tertatihkah kita
untuk kawan yang terperosok?!”. “larikah kita untuk kawan yang seharusnya kita
panggul dukanya?!”. “tidak! aku, dia, kita, mereka, kalian selalu ada disini
untukmu, untuk dia, untuk kita, untuk mereka. Kapanpun, dimanapun, dan masa
apapun!”. Atau mungkinkah sekedar bilik kecil tempat kita meringkuk lelap telah
kalian buang di tepian ombak Glagah. Ahh aku tidak percaya! Kawan.
Bungkusan itu
masih kalian simpan kan? Seperti aku? Saat butuh membuka, membaca kembali
cerita-cerita indah kita. Saat butuh merentang kembali lontar-lontar yang kita
rajah dengan jemari tawa, kebodohan yang terindah, banyolan yang rupawan, dan
tangan yang tergenggam. Kawan.
Aku ngantuk.
Tidak aku kunci pintu kamar mimpi. Masuklah kalian. Seperti biasa, aku jamu
dengan senyumku..
Selamat malam
untukmu kawan
Selamat pagi
untuk hidupmu kawan
Selamat menitih
kembali cerita-cerita seru kalian.
Yang baru.
Yang lucu.
Tabik
Sebagian belulang
ANERs 99 FISIPOL UGM